MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • PIRANTI/
  • Pandemi Usai, Gaya Hidup ‘Mager’ Mulai Ditinggalkan
Ilustrasi malas gerak (mager).

Pandemi Usai, Gaya Hidup ‘Mager’ Mulai Ditinggalkan

Jumat, 5 Januari 2024 – 15:05 WIB

VIVA Tekno – Pengguna jam tangan pintar atau smartwatch Garmin mulai meninggalkan gaya hidup sedentary atau malas gerak (mager) dan mulai melakukan aktivitas fisik. Kesadaran ini terlihat pada catatan jumlah langkah rata-rata per harinya.

Baca Juga :

Spain Healthcare System Overwhelmed by Spike in Covid-19 Cases

Hal ini terlihat dari data aplikasi Garmin Connect untuk enam jenis olahraga populer di dunia mengalami peningkatan signifikan pada 2023. Keenamnya yaitu lari, bersepeda, jalan kaki, latihan kekuatan fisik (pilates), kardio (HIIT), dan tenis.

Di Indonesia, aplikasi Garmin Connect mencatat sebanyak 5,577 rata-rata langkah per harinya. Jumlah langkah ini menunjukkan kemajuan, dibandingkan dengan penelitian pada 2017 yang mengatakan bahwa rata-rata orang Indonesia berjalan kaki sebanyak 3,513 langkah per hari.

Baca Juga :

Terpopuler: Dua Gejala Baru COVID-19 Varian JN.1, Pemicu Kasus Polio Kembali Ditemukan

Olahraga lari luar ruang, menurut data aplikasi Garmin Connect, menunjukkan peningkatan sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini, salah satunya, merupakan kontribusi dari maraknya lomba lari jalanan yang diselenggarakan di Indonesia.

Baca Juga :

Jumlah Kasus COVID-19 Varian JN.1 Terus Bertambah, Kenali Dua Gejala Barunya

Menurut laman Lariku.info, ada 515 lomba lari di Indonesia sepanjang 2023. Antusiasme pelari di Indonesia kian menggelora pascapandemi Covid-19, terlihat dari banyaknya jadwal lomba lari.

Salah satunya ‘Running science Garmin’, yang bermanfaat bagi pelari untuk merencanakan latihan, memantau kemajuan latihan, serta adaptasi tubuh.

“Jadi, pelari bisa mencapai garis akhir (finish) dengan bugar dan meminimalisir cedera,” demikian menurut keterangan resmi Garmin Indonesia, Jumat, 5 Januari 2024.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, orang berusia 18-64 tahun harus melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setidaknya 150 hingga 300 menit.

WHO juga merekomendasikan kelompok usia tersebut untuk melakukan aktivitas penguatan otot dengan intensitas sedang yang melibatkan semua kelompok otot utama selama 2 hari atau lebih dalam seminggu, karena aktivitas ini memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Kemudian, HIIT (high intensity interval training) atau kardio adalah jenis olahraga intensitas tinggi yang dilakukan dalam durasi 10 hingga 30 menit.

HIIT telah dipromosikan sebagai strategi latihan yang efisien untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran pada anak-anak dan remaja karena dapat menjaga kesehatan jantung, meningkatkan penyerapan oksigen ke otot dan membentuk massa otot.

Garmin Run Indonesia 2023.

HIIT ditandai dengan latihan interval intensitas rendah dan tinggi secara bergantian. Misalnya, latihan HIIT menggunakan sepeda stasioner selama 30 detik dengan tingkat hambatan tinggi, lalu diikuti bersepeda lambat dan mudah selama beberapa menit dengan hambatan rendah.

“Hal ini akan dianggap sebagai ‘satu putaran’ atau ‘pengulangan’ HIIT. Pengguna biasanya menyelesaikan 4–6 repetisi dalam satu latihan,” ungkap Garmin Indonesia.

Lalu, olahraga tenis, yang menjadi olahraga populer tahun kemarin, di mana pengguna Garmin menghabiskan lebih banyak waktu untuk latihan servis dan smash.

Momentum tersebut sudah terlihat ketika pandemi Covid-19 mulai melandai karena tenis dianggap olahraga yang aman karena bisa dimainkan dengan menjaga jarak.

Tidak heran jika aplikasi Garmin Connect mencatat kenaikan aktivitas penggunanya yang berolahraga tenis sebesar 76 persen jika dibandingkan pada 2022.

Halaman Selanjutnya

“Jadi, pelari bisa mencapai garis akhir (finish) dengan bugar dan meminimalisir cedera,” demikian menurut keterangan resmi Garmin Indonesia, Jumat, 5 Januari 2024.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21