MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
BOSSWIN168 BOSSWIN168
BARON69
COCOL88
MAX69 MAX69 MAX69
COCOL88 COCOL88 LOGIN BARON69 RONIN86 DINASTI168 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 MABAR69 COCOL88
ronin86
bwtoto
bwtoto
bwtoto
master38
Search for:
  • Home/
  • PIRANTI/
  • Sikat Gigi Tidak Luput dari Serangan Siber
Ilustrasi sikat gigi.

Sikat Gigi Tidak Luput dari Serangan Siber

Minggu, 11 Februari 2024 – 17:01 WIB

VIVA Tekno – Serangan siber lewat perangkat komputer, laptop maupun smartphone sudah biasa. Tapi, bagaimana kalau serangan siber lewat sikat gigi? Ini bukan berita bohong.

Baca Juga :

Indonesia Jangan Berpuas Diri

Baru-baru ini ditemukan oleh sebuah perusahaan perangkat sikat gigi pintar (smart toothbrush) di Swiss. Situs resmi mereka mengalami serangan distributed denial of service (DDoS).

Jutaan sikat gigi tersebut digunakan untuk membanjiri suatu layanan online dengan trafik kunjungan yang tidak wajar, sehingga situs tersebut menjadi lemot dan tidak bisa diakses, seperti dikutip dari situs ZDNet, Minggu, 11 Februari 2024.

Baca Juga :

Bajak Laut Menargetkan Dompet Aset Kripto

Namun, pada umumnya, perangkat elektronik pintar seperti ini jarang mendapatkan update sistem keamanan, sehingga menjadi celah bagi para hacker atau pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan.

Dengan lokasi perangkat yang berbeda-beda dan jumlahnya sangat banyak, pastinya juga akan sulit untuk dilacak. Peretasan sikat gigi pintar tersebut pertama kali dilaporkan oleh firma keamanan siber bernama Fortinet, yang kemudian diberitakan oleh koran Swiss Aargauer Zeitung.

Baca Juga :

Tiga Fakta Mengejutkan Soal Cinta Laura, Suka Lama Kalau Lakukan Hal Ini

Prosesnya, hacker mendapatkan akses pada jaringan sikat gigi tersebut, kemudian mengubahnya menjadi botnet, meskipun sikat gigi pintar sejatinya digunakan untuk melacak dan meningkatkan kebiasaan pengguna dalam menjaga kebersihan mulut.

Botnet merupakan sekumpulan program yang terinfeksi oleh software berbahaya (malicious software/malware) dan terhubung ke internet, yang berada di kendali pihak tertentu, dalam hal ini adalah hacker.

Nah, jaringan ini yang kemudian digunakan untuk melancarkan serangan DDoS ke situs perusahaan. Serangan ini dilakukan untuk membanjiri situs web dengan trafik palsu dari jaringan komputer yang terinfeksi bot.

Akibatnya, situs perusahaan Swiss tersebut tidak bisa dibuka selama beberapa jam. Peretasan ini dilaporkan menyebabkan kerugian finansial hingga mencapai satu juta Euro.

Dilaporkan, sikat gigi pintar tersebut rentan terhadap peretasan karena sistem operasinya (OS) yang berbasis Java. Java diketahui memang memiliki sejumlah kerentanan yang bisa disalahgunakan kriminal siber, misalnya untuk injeksi kode berbahaya.

Halaman Selanjutnya

Nah, jaringan ini yang kemudian digunakan untuk melancarkan serangan DDoS ke situs perusahaan. Serangan ini dilakukan untuk membanjiri situs web dengan trafik palsu dari jaringan komputer yang terinfeksi bot.

COCOL88 GACOR77 RECEH88 NGASO77 TANGO77 PASUKAN88 MEWAHBET MANTUL138 EPICWIN138 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21 WORTEL21